setiap hari itu asik!! izikiziw..

just a bunch of instant thought, ideas, and experiences

feel free

Permalink
Permalink

rumah saya berada di…………….

copas dari grup SxC sebelah
“Dimana rumahmu Nak?”
 
Orang bilang anakku seorang aktivis . Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana . Orang bilang anakku seorang aktivis.Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilang anakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.
 
Anakku,sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis .Dengan segala kesibukkanmu,ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.
 
Anakku,kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini .Tapi kini dimanakah rumahmu nak?ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini .Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah,dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu .Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.Mungkin tawamu telah habis hari ini,tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu . Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankan untuk tersenyum,sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau,katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahu nak,ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini,memastikan engkau baik-baik saja,memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak,tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..
 
Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu,engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkau nampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu .Namun,sebagian hati ibu mulai bertanya nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak ?
 
Anakku,ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu.Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan .Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?
 
Anakku,ibu mencoba membuka buku agendamu .Buku agenda sang aktivis.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini,ada jadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting.Ibu membuka lembar demi lembarnya,disana ada sekumpulan agendamu,ada sekumpulan mimpi dan harapanmu.Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya,masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana.Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak,andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu,putra kecilku..
 
Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional.Boleh ibu bertanya nak,dimana profesionalitasmu untuk ibu ?dimana profesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?
 
Ah,waktumu terlalu mahal nak.Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..
 
Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta,ibu,ayah,kaka dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik .Dan hingga saat itu datang,jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan.Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.


-untuk saya dan orang-orang yang saya sayangi yang selalu tidak pernah ada waktu untuk bersama

Permalink
Permalink

Learn you must

Judul diatas keliatannya salah grammarnya ya? Hahaha, itu gaya bicaranya Yoda di film StarWars. Tetua para Jedi dan mentor dari segala padawan. Kalo yang suka StarWars atau minimal film taulah apa yang saya ocehkan barusan.


Oke, kali ini saya bukan membicarakan film ataupun StarWars. Saya ingin membiacarakan tentang “mentor”. Terinspirasi dari apa yang saya alami belakangan ini dan baru saja kemarin saya menuliskan motivation letter yang nyerempet-nyerempet ke pentingnya posisi mentor ke anak-anak muda. Halah. Singkatnya mentor dapat diartikan sebagai seorang guru. Dictionary.com sendiri memberi definisi mentor sebagai :”1.a wise and trusted counselor or teacher. 2. an influential senior sponsor or supporter”. Sebagai orang yang masih hijau dengan situasi dunia, kita membutuhkan banyak sumber informasi. Informasi untuk membentuk diri kita mejadi apa yang diri kita inginkan, dapat membawa suatu angin segar kepada dunia, dan tenunya sebagai apengganti generasi tua. Untuk sampai kepada titik itu kita harus banyak belajar toh? Apa mau ntar kita dibego-begoin gara-gara kita kekurangan informasi? Salah satu caranya bisa belajar dari orang yang (biasanya) dituakan dan mempunyai wawasan yang lebih luas. Ya…seperti Anakin Skywalker mempnyai Obi-Wan Kenobi, Robin mempunyai Batman, dan Oliver Stone mempunyai Martin Scorsese.


I think everybody needs and deserves a mentor, seorang yang bisa kita gali ilmu pengetahuannya. Saya sendiri bersyukur dapat bertemu banyak orang yang baik secara langsung tatap muka maupun tidak dapat membagikan ilmu pengetahuannya kepada saya. Dimulai dari teman, dosen, sampai pemimpin perusahaan. Teman dapa memberikan knowledge sharing paling tidak terduga terkadang unik, dimulai dari keberanian dan lain sbegainya. Dari beberapa orang dosen selain belajar mengenai materi kuliah yang menjemukkan, saya lebih memahami bahwa masih banyak orang (dosen) asik di dunia ini, yang meskipun tetap tunduk dalam suatu sistem tidak mematikan unsur kemanusiannya (baca: menikmati hidup) dan pembelajaran dari hidup serta pengalaman mereka yang menginspirasi saya. Dari pertemuan studentsxceos bebeapa minggu lalu saya belajar banyak hal dari Fazil Erwin, CEO Medco Power. Kegigihan dan passion lah yang membuat dia berada di posisi ini. Dan di pertemuan ini pun membuat saya mupeng dan sedikit menyesal tidak berjuang untuk SBM ITB. Karena ada guest-star yang presentasi hologram projection. Sial, saya kalah jauh.Haha Ah ya….tidak lupa Pak Jokowi dan Dahlan Iskan melalui terobsoan-terobosannya. Bagaimana Jokowi yang membawa tinggi derajat masyarakat dalam pemecahan masalah relokasi tempat PKL dan menggantikan pentungan satpol PP dengan musyawarah kekeluargaan yang lebih menyejukkan hati.


Banyak metode dimana kita bisa mendapatkan informasi dan pembekalan yang cukup untuk digunakan dikemudian hari. Salah satunya dengan mendapatkan sharing knowledge dari mentor ini. Toh, Batman harus berkeliling dunia dulu kan buat belajar ilmu forensik dan martil-arts dari ahlinya sebelum terjun memberantas kejahatan. Hehe

Permalink

Faith in……

Munculnya kembali pemberitaan mengenai salah satu organisasi masyarakat yang dikenal dengan celana ngatung dan berjenggot, membuat saya kembali teringat kejadian di bulan April tahun lalu, proyek klub film saya yang berjudul Motion Picture Carnival menayangkan film HOPE karya Andi Bachtiar Yusuf di ruang terbuka daerah Bintaro. Hubungannya? Saya dan teman-teman dikejar-kejar sama ormas tiga huruf itu gara-gara penayangan film itu. Haha. Pengalaman berharga dikejar-kejar orang gak dikenal tanpa melalui proses diskusi kalo kata orang sunda “langsung di ontrog wae lah”. Lucu. Sejak itulah sulit sekali menghilangkan prejudice atas apa yang golongan tersebut lakukan dan akan lakukan.


Saya heran, orang yang dilihat dari secara penampilan itu sepertinya soleh mampu menghapal kitab suci tapi dengan gampangnya ngajak berantem orang dan.. dude! yang katanya rajin ngaji dan lain sebagainya itu bisa dengan mudahnya menumpahkan darah orang (katanya atas nama Tuhan). Oke saya mengakui saya mungkin terbilang bodoh dalam hal begini. Namun yang saya yakini adalah menebar kekerasan, melukai seseorang, dan membunuh nyawa bukanlah perbuatan yang terpuji. Bukankah sejak Sekolah Dasar kita mempelajari hal ini lewat PKn dan pastinya setiap orangtua tidak mengajarkan kekerasan pada anaknya kan?


Entah kenapa atas perseteruan tak kunjung usai di seluruh belahan dunia yang mengatas-namakan keyakinan ini saya mulai kehilangan passion kepada ajaran yang saya yakini dan masih saya cintai ini (semoga selalu saya cintai). Entah keyakinan saya yang mulai goyah atau bagaimana. Tapi saya tetap percaya akan kehadiran dan kekuatan Allah SWT Yang Maha Esa, Yang Maha Kuasa Yang Maha Pengasih, Sang Pemilik 99 Asmaul Husna.


Apa kegoyahan ini hal yang normal? Apa memang diperlukan suatu kondisi untuk mendapatkan bentuk yang sempurna harus melewati proses dekonstruksi terlebih dahulu? menyiksa sekali rasanya, seperti meminum banyak air tapi kau tetap merasa haus. Rasa haus mode infinity. Haha.

Keep in faith. Be brave. Be strong. Godspeed. Bismillahirahmanirrahim.